Akademi Perbankan dan Keuangan Sulawesi Tenggara: Membaca Masa Depan dari Angka-Angka
Oleh: Soeardin Rahman
Di tengah banyaknya generasi muda yang bingung menentukan masa depan, Sulawesi Tenggara justru sedang menyaksikan lahirnya sebuah gagasan besar: membangun perguruan tinggi vokasi yang fokus pada dunia perbankan, analisis keuangan, dan perpajakan.
Melalui Yayasan Pendidikan Murhum Alsyahid Kendari, hadir gagasan pendirian Akademi Perbankan dan Keuangan Sulawesi Tenggara dengan dua program studi strategis:
- D4 Analisis Keuangan
- D4 Akuntansi Perpajakan
Ini bukan sekadar pembukaan kampus baru. Ini adalah upaya membaca arah zaman.
Dunia sedang berubah cepat. Sistem keuangan berubah. Perbankan berubah. Pajak berubah. Bahkan cara orang berdagang dan menyimpan uang juga berubah. Digital banking, fintech, financial analytics, hingga risk management kini menjadi bahasa baru dalam kehidupan modern.
Poster studi kelayakan akademi ini memperlihatkan dengan jelas arah tersebut: pendidikan berbasis teknologi dan kebutuhan industri masa depan.
Sulawesi Tenggara membutuhkan sumber daya manusia seperti ini.
Daerah ini sedang bergerak cepat. Investasi masuk. UMKM tumbuh. Dunia pertambangan berkembang. Sektor jasa dan perdagangan meningkat. Pemerintah daerah juga mulai memperkuat literasi keuangan masyarakat dan akses ekonomi digital.
Namun di balik pertumbuhan itu, ada kebutuhan besar yang sering tidak terlihat: kebutuhan terhadap orang-orang yang mampu membaca laporan keuangan, memahami perpajakan, menghitung risiko usaha, dan mengelola bisnis secara profesional.
Banyak usaha kecil gagal bukan karena tidak punya produk bagus, tetapi karena tidak memahami arus kas. Banyak usaha berkembang lambat karena tidak tertib administrasi dan perpajakan. Banyak anak muda memiliki semangat usaha, tetapi tidak memiliki kemampuan analisis keuangan.
Di sinilah pentingnya pendidikan vokasi.
Pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan teori, tetapi menyiapkan keterampilan nyata. Mahasiswa dilatih agar siap masuk dunia kerja sekaligus mampu membangun usaha mandiri. Model pendidikan seperti ini juga mulai berkembang di berbagai kampus vokasi di Kendari yang menekankan link and match dengan industri dan digitalisasi pembelajaran.
Karena itu, D4 Analisis Keuangan dan D4 Akuntansi Perpajakan sesungguhnya adalah jurusan masa depan.
Anak muda tidak perlu takut dengan dunia kerja. Kemampuan analisis keuangan akan selalu dibutuhkan. Perusahaan membutuhkan analis keuangan. UMKM membutuhkan pendamping keuangan. Pemerintah membutuhkan tenaga perpajakan. Bahkan lembaga pendidikan dan yayasan juga membutuhkan tata kelola keuangan yang profesional.
Yang lebih penting lagi, kemampuan ini dapat menjadi modal membangun usaha sendiri.
Seseorang yang memahami laporan keuangan akan lebih mudah membuka usaha. Seseorang yang memahami perpajakan akan lebih siap mengembangkan bisnis. Seseorang yang mampu membaca risiko keuangan akan lebih kuat menghadapi krisis ekonomi.
Inilah pendidikan yang tidak hanya melahirkan pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.
Rumah Ingatan Peradaban melihat bahwa bangsa ini membutuhkan lebih banyak generasi muda yang melek keuangan. Sebab masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam, tetapi oleh kemampuan manusianya mengelola sumber daya itu secara cerdas dan jujur.
Yayasan Pendidikan Murhum Alsyahid Kendari sesungguhnya sedang menanam sesuatu yang penting: budaya profesionalisme ekonomi di Sulawesi Tenggara.
Hari ini mungkin baru studi kelayakan. Tetapi dari studi kecil seperti inilah, masa depan besar sering dimulai.
Suatu saat nanti, mungkin dari kampus ini akan lahir:
- analis keuangan muda,
- konsultan pajak,
- pengelola fintech lokal,
- pengusaha berbasis literasi keuangan,
- hingga pemimpin ekonomi baru dari Indonesia Timur.
Dan bangsa yang besar memang selalu dimulai dari keberanian membaca masa depan sebelum orang lain menyadarinya.






Komentar
Posting Komentar